https://bit.ly/31ChEh5
Tidak dipungkiri teknologi mempermudah manusia untuk mencari
segala informasi tanpa mengenal tempat dan waktu. Namun, kemudahan yang dirasakan
ternyata membuat beberapa orang lalai terhadap batasan-batasan tertentu. Misalnya
orangtua yang sering menggunakan handphone di depan anak bahkan melihat
konten khusus orang dewasa. Beberapa bulan lalu, dijumpai anak usia SD yang
melakukan sodomi pada temannya. Setelah ditelusuri kasus tersebut terjadi
karena anak melihat video yang disimpan orangtua di handphone. Selain itu,
terdapat informasi bahwa seorang anak PAUD yang organ reproduksinya digunakan
untuk bermain. Walaupun anak melakukannya karena tidak mengetahui akibat,
bahaya, dan tidak diperbolehkan menyentuh bahkan digunakan untuk bermain. Namun
hal ini cukup berbahaya jika tidak segera ditangani.
Melalui kasus
tersebut kita dapat mengambil pelajaran khususnya himbauan bagi orangtua
sebagai pendidik pertama anak. Menurut hemat penulis, kasus tersebut terjadi
karena kurangnya pendidikan seks sejak usia dini. Sebab anak tidak mengetahui bahwa
organ reproduksi merupakan bagian organ tubuh yang tidak boleh disentuh bahkan
untuk bermain. Berdasarkan kasus tersebut, terdapat beberapa hal yang dapat
dilakukan oleh orangtua.
1. Kenalkan organ
tubuh khususnya organ reproduksi pada anak
Mengenalkan organ reproduksi
dilakukan sedini mungkin agar anak mengetahui perbedaan jenis kelamin laki-laki
dan perempuan beserta fungsinya. Orangtua ketika memberikan penjelasan menggunakan
bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh anak usia dini. Penjelasan
berkaitan dengan pengetahuan, cara merawatnya, dan keamanan diri yang harus
dijaga. Selain itu, anak perlu diberikan peringatan kecil atau sederhana
sebagai langkah perlindungan diri dari perlakukan orang lain yang tidak
diharapkan.
2. Biasakan anak
bersikap terbuka
Seringkali anak usia
dini hanya mengeluh tanpa memberitahukan penyebab yang terjadi. Bahkan anak
takut menceritakan kepada orangtua karena merasa orangtua justru akan
memarahinya. Oleh karena itu, orangtua harus membiasakan diri bercerita dan
menanyakan aktivitas yang telah dilakukan anak serta menjadi pendengar setia.
Dengan demikian, anak akan merasa bahwa segala sesuatu memang perlu diceritakan
kepada orangtua.
3. Memantau
aktivitas bermain anak
Teman menjadi salah
satu yang memberikan pengaruh bagi perkembangan anak. Seringkali anak menirukan
perilaku atau sikap dari teman sepermainannya. Oleh karena itu, orangtua perlu
mengetahui siapa dan bagaimana teman bermainnya serta aktivitas yang dilakukan
selama bermain. Dengan demikian, orangtua akan memberikan pemahaman pada anak,
bahwa terdapat batasan mengenai mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan.
Demikian beberapa hal
yang perlu diperhatikan agar terhindar dari perilaku yang tidak diharapkan. Adanya
penanaman pendidikan seks akan mendorong anak untuk menjaga dirinya. Mengingat
anak usia dini (golden age) atau masa emas yang sedang mengeksplorasi
lingkungan sekitar, sehingga memiliki rasa ingin tahu yang tinggi hingga
melakukan percobaan-percobaan. Perlu diketahui bersama, bahwa apa yang
dilakukan anak saat ini akan berpengaruh ketika dewasa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar