Entri yang Diunggulkan

Esensi Tahlilan dalam Pancasila Sebagai Jalan Mengokohkan Jati Diri Bangsa

 Nur Tanfidiyah* https://bit.ly/2JLGAxi  “Tidak menjadi kertas-kertas dan debu-debu jalanan yang banyak berterbangan tetapi kura...

Rabu, 23 Oktober 2019

Pentingnya orangtua Tanamkan Pendidikan Seks Sejak Dini


https://bit.ly/31ChEh5
Tidak dipungkiri teknologi mempermudah manusia untuk mencari segala informasi tanpa mengenal tempat dan waktu. Namun, kemudahan yang dirasakan ternyata membuat beberapa orang lalai terhadap batasan-batasan tertentu. Misalnya orangtua yang sering menggunakan handphone di depan anak bahkan melihat konten khusus orang dewasa. Beberapa bulan lalu, dijumpai anak usia SD yang melakukan sodomi pada temannya. Setelah ditelusuri kasus tersebut terjadi karena anak melihat video yang disimpan orangtua di handphone. Selain itu, terdapat informasi bahwa seorang anak PAUD yang organ reproduksinya digunakan untuk bermain. Walaupun anak melakukannya karena tidak mengetahui akibat, bahaya, dan tidak diperbolehkan menyentuh bahkan digunakan untuk bermain. Namun hal ini cukup berbahaya jika tidak segera ditangani.
            Melalui kasus tersebut kita dapat mengambil pelajaran khususnya himbauan bagi orangtua sebagai pendidik pertama anak. Menurut hemat penulis, kasus tersebut terjadi karena kurangnya pendidikan seks sejak usia dini. Sebab anak tidak mengetahui bahwa organ reproduksi merupakan bagian organ tubuh yang tidak boleh disentuh bahkan untuk bermain. Berdasarkan kasus tersebut, terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan oleh orangtua.
1.    Kenalkan organ tubuh khususnya organ reproduksi pada anak
       Mengenalkan organ reproduksi dilakukan sedini mungkin agar anak mengetahui perbedaan jenis kelamin laki-laki dan perempuan beserta fungsinya. Orangtua ketika memberikan penjelasan menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh anak usia dini. Penjelasan berkaitan dengan pengetahuan, cara merawatnya, dan keamanan diri yang harus dijaga. Selain itu, anak perlu diberikan peringatan kecil atau sederhana sebagai langkah perlindungan diri dari perlakukan orang lain yang tidak diharapkan.
2.    Biasakan anak bersikap terbuka
       Seringkali anak usia dini hanya mengeluh tanpa memberitahukan penyebab yang terjadi. Bahkan anak takut menceritakan kepada orangtua karena merasa orangtua justru akan memarahinya. Oleh karena itu, orangtua harus membiasakan diri bercerita dan menanyakan aktivitas yang telah dilakukan anak serta menjadi pendengar setia. Dengan demikian, anak akan merasa bahwa segala sesuatu memang perlu diceritakan kepada orangtua.
3.    Memantau aktivitas bermain anak
       Teman menjadi salah satu yang memberikan pengaruh bagi perkembangan anak. Seringkali anak menirukan perilaku atau sikap dari teman sepermainannya. Oleh karena itu, orangtua perlu mengetahui siapa dan bagaimana teman bermainnya serta aktivitas yang dilakukan selama bermain. Dengan demikian, orangtua akan memberikan pemahaman pada anak, bahwa terdapat batasan mengenai mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan.
       Demikian beberapa hal yang perlu diperhatikan agar terhindar dari perilaku yang tidak diharapkan. Adanya penanaman pendidikan seks akan mendorong anak untuk menjaga dirinya. Mengingat anak usia dini (golden age) atau masa emas yang sedang mengeksplorasi lingkungan sekitar, sehingga memiliki rasa ingin tahu yang tinggi hingga melakukan percobaan-percobaan. Perlu diketahui bersama, bahwa apa yang dilakukan anak saat ini akan berpengaruh ketika dewasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar