Entri yang Diunggulkan

Esensi Tahlilan dalam Pancasila Sebagai Jalan Mengokohkan Jati Diri Bangsa

 Nur Tanfidiyah* https://bit.ly/2JLGAxi  “Tidak menjadi kertas-kertas dan debu-debu jalanan yang banyak berterbangan tetapi kura...

Rabu, 30 Oktober 2019

Mengenalkan Figur Nabi Muhammad Saw dan Menanamkan Sifat-sifatnya Sejak Usia Dini


https://bit.ly/2PAHhfU
Seorang Manusia Biasa yang Karena Kebiasaannya Menjadi Manusia Luar Biasa Dimata Allah dan Dimata Manusia Biasa
           
Mengenal Nabi Muhammad saw dan Empat Sifat yang Melekat       
            Demikian sepenggal kalimat yang diucapkan seseorang ketika melantunkan pidato didepan umum. Sebagai bentuk penghormatan terhadap orang yang berpengaruh di dunia. Bagi masyarakat Muslim di dunia tentu tidak asing lagi dengan Sosok Teladan bernama Nabi Muhammad saw. Nabi Akhiruzzaman yang meninggalkan jejak perjuangan dalam menyebarkan dan menghidupkan agama Islam hingga berkembang sampai saat ini. Sosok yang memiliki empat sifat melekat menjadi pribadi yang sempurna dalam tataran manusia lainnya, diantranya sidiq, amanah, tabligh, dan fatonah. Sidiq artinya jujur, dalam segala hal baik perbuatan maupun perkataannya tidak pernah berbohong sama sekali. Amanah, yaitu dapat dipercaya. Karena sikap beliau yang penuh dengan kejujuran, hingga masyarakat Makkah memberikan beliau gelar kehormatan “al Amin”. Tabligh yaitu menyampaikan hal ini sejalan dengan posisi beliau yang diutus untuk menyampaikan wahyu Allah SWT kepada seluruh umat manusia tanpa menyembunyikan satu pun. Fathonah artinya cerdas, Nabi Muhammad saw sangat cerdas dalam merancang strategi dakwahnya, mengatur umat Islam dan sebagainya. Keempat sifat dasar tersebut melekat kuat dalam diri Nabi Muhammad saw, yang diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Sebab kebaikannya, beliau menjadi pemimpin yang diidolakan oleh seluruh masyarakat muslim dunia, bahwa Nabi adalah manusia terbaik sepanjang masa.
            Diketahui bersama, bahwa dalam menerapkan sifat-sifat tersebut tidaklah semudah yang dibayangkan. Membutuhkan konsistensi dan pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari, bahkan ketika tidak ada pengawasan. Maka cara yang terbaik dalam menerapkan sifat-sifat tersebut sejak usia dini. Usia di mana anak sedang mempelajari dan mencoba segala sesuatu dalam lingkungannya yang memungkinkan terjadinya trial and eror.
Mengapa sejak dini?
            Usia dini merupakan usia anak 0-6 tahun yang memiliki potensi sangat bagus untuk dikembangkan baik pengetahuannya maupun soft skill-nya. Pengetahuan berkaitan dengan kognitif melalui pengenalan terhadap lingkungan sekitar. Sementara soft skill berkaitan dengan kemampuan mengelola diri sendiri, baik sosial maupun emosi. Kemampuan soft skill ini cukup baik jika sudah ditanamkan sejak dini, agar melekat kuat pada diri anak hingga menjadi suatu karakter hingga anak tumbuh dewasa.
Cara Menerapkan Kepada Anak Usia Dini
            Beberapa cara yang dapat diterapkan pada anak sejak usia dini, adalah sebagai berikut:
            Pertama, mengenalkan figur Nabi Muhammad saw kepada anak dapat dilakukan melalui berbagai hal. Salah satunya adalah melalui metode cerita. Cerita hidup yang Nabi Muhammad saw sangatlah bervariasi dan cukup menarik. Hal ini bisa disampaikan kepada anak usia dini dengan penuh antusias dan bahasa yang menarik perhatian anak bahkan dengan menyampaikan beberapa kejadian tertentu, misalnya keluarnya air dari jari Nabi Muhammad saw, sehingga menggugah rasa ingin tahu, ketertarikan dan imajinasi anak.
            Kedua, sifat sidiq. Anak perlu dilatih kejujurannya dari hal sederhana. Misalnya memberikan pengertian mengenai sifat jujur dan akibat yang akan ditimbulkan ketika anak harus berbohong. Anak diberikan uang untuk membeli jajan, kemudian meminta kembaliannya. Ketiga, amanah. Dapat diterapkan dengan memberikan amanat untuk disampikan kepada orang lain. Setelah itu menanyakan kepada orang yang bersangkutan apakah anak tersebut benar menyampaikan pesan tersebut atau tidak. Keempat, tabligh. Anak dapat didorong untuk selalu terbuka dan mengungkapkan apa yang ia dapat dari lingkungannya, terutama aktivitas selama bermain di sekolah maupun di luar sekolah. Baik dari guru maupun dari teman sepermainannya. Kelima, fatonah. Mengembangkan kecerdasan anak dapat dilakukan dengan memberikan pengetahuan atau pembelajaran setiap hari kepada anak. Baik pengetahuan mengenai membaca dan menulis maupun penyelesaikan masalah yang ada agar tidak ketergantungan.
            Demikian beberapa cara sederhana yang dapat diterapkan kepada anak usia dini. Beberapa cara tersebut dapat terlaksana dengan baik apabila ada kerjasama antara orangtua dan pendidik di sekolah. Selain itu, perlu adanya pengawasan dan konsistensi ketika menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar