https://bit.ly/2PAHhfU
“Seorang
Manusia Biasa yang Karena Kebiasaannya Menjadi Manusia Luar Biasa Dimata Allah
dan Dimata Manusia Biasa”
Mengenal
Nabi Muhammad saw dan Empat Sifat yang Melekat
Demikian sepenggal kalimat yang
diucapkan seseorang ketika melantunkan pidato didepan umum. Sebagai bentuk
penghormatan terhadap orang yang berpengaruh di dunia. Bagi masyarakat Muslim
di dunia tentu tidak asing lagi dengan Sosok Teladan bernama Nabi Muhammad saw.
Nabi Akhiruzzaman yang meninggalkan jejak perjuangan dalam menyebarkan
dan menghidupkan agama Islam hingga berkembang sampai saat ini. Sosok yang
memiliki empat sifat melekat menjadi pribadi yang sempurna dalam tataran
manusia lainnya, diantranya sidiq, amanah, tabligh, dan fatonah.
Sidiq artinya jujur, dalam segala hal baik perbuatan maupun
perkataannya tidak pernah berbohong sama sekali. Amanah, yaitu dapat
dipercaya. Karena sikap beliau yang penuh dengan kejujuran, hingga masyarakat
Makkah memberikan beliau gelar kehormatan “al Amin”. Tabligh yaitu
menyampaikan hal ini sejalan dengan posisi beliau yang diutus untuk
menyampaikan wahyu Allah SWT kepada seluruh umat manusia tanpa menyembunyikan
satu pun. Fathonah artinya cerdas, Nabi Muhammad saw sangat
cerdas dalam merancang strategi dakwahnya, mengatur umat Islam dan sebagainya. Keempat
sifat dasar tersebut melekat kuat dalam diri Nabi Muhammad saw, yang
diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Sebab kebaikannya, beliau
menjadi pemimpin yang diidolakan oleh seluruh masyarakat muslim dunia, bahwa
Nabi adalah manusia terbaik sepanjang masa.
Diketahui bersama, bahwa dalam
menerapkan sifat-sifat tersebut tidaklah semudah yang dibayangkan. Membutuhkan
konsistensi dan pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari, bahkan ketika tidak ada
pengawasan. Maka cara yang terbaik dalam menerapkan sifat-sifat tersebut sejak
usia dini. Usia di mana anak sedang mempelajari dan mencoba segala sesuatu
dalam lingkungannya yang memungkinkan terjadinya trial and eror.
Mengapa
sejak dini?
Usia dini merupakan usia anak 0-6 tahun yang
memiliki potensi sangat bagus untuk dikembangkan baik pengetahuannya maupun soft
skill-nya. Pengetahuan berkaitan dengan kognitif melalui pengenalan
terhadap lingkungan sekitar. Sementara soft skill berkaitan dengan
kemampuan mengelola diri sendiri, baik sosial maupun emosi. Kemampuan soft
skill ini cukup baik jika sudah ditanamkan sejak dini, agar melekat kuat pada
diri anak hingga menjadi suatu karakter hingga anak tumbuh dewasa.
Cara
Menerapkan Kepada Anak Usia Dini
Beberapa cara yang dapat diterapkan pada
anak sejak usia dini, adalah sebagai berikut:
Pertama, mengenalkan
figur Nabi Muhammad saw kepada anak dapat dilakukan melalui berbagai hal. Salah
satunya adalah melalui metode cerita. Cerita hidup yang Nabi Muhammad saw
sangatlah bervariasi dan cukup menarik. Hal ini bisa disampaikan kepada anak
usia dini dengan penuh antusias dan bahasa yang menarik perhatian anak bahkan
dengan menyampaikan beberapa kejadian tertentu, misalnya keluarnya air dari
jari Nabi Muhammad saw, sehingga menggugah rasa ingin tahu, ketertarikan dan imajinasi
anak.
Kedua, sifat sidiq.
Anak perlu dilatih kejujurannya dari hal sederhana. Misalnya memberikan
pengertian mengenai sifat jujur dan akibat yang akan ditimbulkan ketika anak
harus berbohong. Anak diberikan uang untuk membeli jajan, kemudian meminta
kembaliannya. Ketiga, amanah. Dapat diterapkan dengan memberikan
amanat untuk disampikan kepada orang lain. Setelah itu menanyakan kepada orang
yang bersangkutan apakah anak tersebut benar menyampaikan pesan tersebut atau
tidak. Keempat, tabligh. Anak dapat didorong untuk selalu terbuka
dan mengungkapkan apa yang ia dapat dari lingkungannya, terutama aktivitas
selama bermain di sekolah maupun di luar sekolah. Baik dari guru maupun dari
teman sepermainannya. Kelima, fatonah. Mengembangkan kecerdasan
anak dapat dilakukan dengan memberikan pengetahuan atau pembelajaran setiap
hari kepada anak. Baik pengetahuan mengenai membaca dan menulis maupun
penyelesaikan masalah yang ada agar tidak ketergantungan.
Demikian beberapa cara sederhana
yang dapat diterapkan kepada anak usia dini. Beberapa cara tersebut dapat
terlaksana dengan baik apabila ada kerjasama antara orangtua dan pendidik di
sekolah. Selain itu, perlu adanya pengawasan dan konsistensi ketika
menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar