Entri yang Diunggulkan

Esensi Tahlilan dalam Pancasila Sebagai Jalan Mengokohkan Jati Diri Bangsa

 Nur Tanfidiyah* https://bit.ly/2JLGAxi  “Tidak menjadi kertas-kertas dan debu-debu jalanan yang banyak berterbangan tetapi kura...

Selasa, 14 Mei 2019

Keutamaan Kalimat “Bismillaah” Telaah dari Kitab Tanqihul Qaul


Nur Tanfidiyah*


            Semua orang Muslim dalam melakukan segala aktivitasnya sangat dianjurkan untuk memulainya dengan membaca basmalah atau dalam bahasa Arab bismillaah. Kalimat pendek yang memiliki banyak makna, arti dan manfaat di dalamnya. Namun, beberapa orang melalaikannya, meremehkan atau sekedar lupa. Padahal dalam kalimat basmalah mengandung keutamaan yang luar biasa.
             Kalimat basmalah disebut “Ummul Kitab” artinya induk dari kitab, atau “Ummul Qur’an” berarti induk al-Qur’an yang terdapat pada permulaan semua surat dalam al-Qur’an. Begitu pentingnya membaca basmalah di setiap aktivitas hingga Allah SWT menjanjikan, “bagi siapa saja yang membacanya 1 kali, maka akan dapat menghapus dosa kecil manusia walaupun dosa tersebut sebesar biji sawi”.
            Kalimat basmalah terdiri dari beberapa kata, dua diantaranya arrohmaan dan arrohiim. Kedua kata ini memiliki arti sama yaitu kasih sayang, namun memiliki perbedaan khusus. Kalimat arrohmaan adalah kasih sayang Allah SWT secara umum untuk semua umat di dunia baik Islam maupun non Islam. Sementara arrohiim adalah kasih sayang Allah SWT yang khusus di akhirat yaitu untuk orang-orang yang masuk surga. Demikian kasih sayang Allah SWT kepada seluruh umatnya, bahkan Allah SWT memberikan keadilan bagi orang-orang yang taat berupa syurga dan limpahan kasih sayang-Nya.
            
Manfaat dari Kalimat basmalah
Dalam kehidupan manusia, kalimat basmalah memiliki banyak manfaat, diantaranya adalah untuk mengusir syetan sebagaimana batu yang dipanaskan di bara api dan di setiap aktivitas manusia yang diawali dengan kalimat basmalah akan mendapat berkah. Pertama, mengusir syetan. Syetan adalah makhluk ghaib yang berjanji kepada Allah SWT untuk menggoda manusia hingga hari kiamat tiba. Sehingga dalam setiap aktivitas di dunia, syetan hadir untuk membisikan kepada manusia tentang kenikmatan-kenikmatan hidup yang akan membawa kepada kesesatan dan akhirnya masuk ke dalam neraka. Neraka yang berisi api sebagaimana syetan diciptakan. Oleh karena godaan syetan yang cukup melenakan, Allah SWT menganjurkan manusia untuk memulai segala aktivitasnya dengan membaca “Bismillaah”.
            Manfaat kedua, mendapat berkah dari membaca bismillaah. Berkah merupakan kata serapan dari bahasa Arab yang memiliki filosofi tersendiri. Berkah berasal dari lafadz barokah atau ziyadatul khoir artinya bertambahnya kebaikan atau kebagusan dalam diri seseorang. Maksudnya, bahwa setiap orang yang membaca kalimat basmalah akan bertambah kebaikan dalam dirinya berupa kebaikan untuk amalan religius (agama) maupun duniawi. Amalan religius yang semakin meningkatkan ibadah seseorang dan dekat dengan Allah SWT. Sementara amalan duniawi yang membuat seseorang dipermudah dalam segala urusan atau rezekinya dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
            Sejalan dengan hal di atas, nabi Muhammad saw menyatakan, bahwa bagi siapapun ketika membaca “Bismillahirrahmaanirrahiim”, maka memanjangkan kata “ar rahmaan” sebab di dalamnya mengandung wujud kasih sayang Allah SWT di dunia berupa; Allah SWT menghiasi bumi dengan bintang-bintang yang dimanfaatkan untuk bidang keilmuan, menghiasi malaikat berupa malaikat jibril sebagai malaikat yang menyampaikan wahyu kepada nabi Muhammad saw sebagai utusan Allah SWT di dunia, menghiasi syurga dengan bidadari dan istana yang penuh kenikmatan luar biasa, menghiasi nabi-nabi dengan nabi Muhammad saw sebagai nabi ahiruz zaman dengan keistimewaanya, menghiasi hari-hari dengan hari Ju’at sebagai hari yang penuh berkah, menghiasi malam dengan malam lailatul qodar yaitu malam istimewa atau seribu bulan di bulan Ramadhan. Beberapa riwayat menyatakan, malam ini ada pada tanggal ganjil, namun yang pasti tidak ada satu pun yang dapat mengetahuinya (Wallahu ‘alam), Allah SWT menghiasi bulan dengan bulan Ramadhan, yaitu bulan suci penuh kebaikan, menghiasi masjid dengan ka’bah sebagai kiblat orang Muslim dan Allah SWT menghiasi al-Qur’an dengan “Bismillahir rohmaanir rohiim”.

                                          *Al-Munawwir, Krapyak, Yogyakarta, 15 Mei 2019                                                       
Membuka kritik dan saran :-) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar